Jumat, 19 Juni 2009


Untukmu yang terindah


Alunan yang mendayu
Menyentuh diri tuk terharu
Sejenak lupakan sendu
Yang mendera seiring waktu
Hampa yang membelenggu
Kini terasa beda dalam kalbu
Seakan tlah mengalir rasa
Saat kau mulai ada
Tiap hadirmu membawa indah
Tenang diri ini mulai coba
Percikan bahagia pun kian menjelma

^ fal ^

Untukmu yang terindah


Terasa indahnya
Untai senyummu yang rekah
Menyusup dalam sukma
Penebar segala warna akan rasa
Pengobat dari setiap getirnya gulana
Terasa hangatnya
Bila hati terbuai asmara
Keagungan azimat cinta
Menyentuh relung jiwa
Kaulah..
Pembawa bahagia dalam dunia
Penghilang segala celah
Antara suka dan duka
Seakan tiada beda

^ fal ^

Bersulam hari
Berteman sepi
Bertaut malam separas legam
dengan sedikit bintang
hiasi langit yang terlihat menghitam
Menggores hati
Seakan luka tersemat kembali
Terhenyak kuratapi
terkulai diri
terdiam tanpa tau pasti
teringat serta sesalkan
Segala apa yang tlah terjadi
Berharap
dan slalu berharap lagi
dapat kuraihnya satu saat nanti

Minggu, 14 Juni 2009


Untukmu yang terindah..


Kepada awan yang menyayangi birunya langit
Kepada angin yang membelai lembut tubuh
Ingin sekali ku katakan slalu
ada sayang untuknya
Warna membayung yang menyejukkan hati
Dalam senyap malam yang amat sunyi
Tapaki jalan - jalan yang tak pasti
Guna utarakan isi hati
Sebuah perasaan yang tlah mampu
mengubah hari - hari
Penuh harapan tana henti

^ fal ^

Untukmu yang terindah..


Rinduku kan setia mengiringi harimu
Seperti hatiku yang slamanya
ingin berada dalam payung mata beningmu
Rebah suah kangenku berlabuh
Diam tak bergerak..
seakan terbaring manja
dipermadani hatimu
andai rinduku bersambut
Ku kan tersenyum dan menangis
di sudut penuh sujud

^ fal ^
Untukmu yang terindah..


Diujung malam yang berjelaga
Terdiam kurajut hening serta cipta
Coba tuk merasakan lelah juga
penat yang kau rasa
Kan ku bawa...
Melalui hening dan ciptaku
nafas doa tuk keindahan dalam tidurmu
Sujudku tuk malammu
Doaku tuk senyum terteduh
dalam mimpi terindahmu

^ fal ^

Terdiam hati penuh lara

Kala kutatap jingga di ufuk barat sana
Senja...kini tlah tutupi cakrawala
Kelabu hati kian hadirkan air mata
Karena rindu makin terasa
Mengiris relung hati di dada
Bayangpun seakan hantui dalam gelapnya indra



^ fal ^